
TERIAKAN, jeritan dan tangisan membahana di bumi pertiwi. Petang mencekam itu terjadi di Padang, Sumatera Barat. Ratusan bahan ribuan tempat tinggal luluh lantah di terjang yang namanya gempa.
Gempa berkekuatan 7,6 SR yang terjadi Rabu (30/9)lalu, memang terbilang mengagetkan, memilukan dan menyedihkan. Betapa tidak, masih dalam situasi Lebaran yang diwarnai suka cita dan silahturahmi, hilang dalam sekejap.
Yang ada tinggal teriakan, kepanikan dan tangisan hampir di setiap tempat di Sumatera Barat. Terlihat sosok mayat dimana-mana, korban luka berat dan luka ringan yang tak tertampung di rumah sakit. Belum lagi, ratapan miris melihat rumah yang rata dengan tanah.
Memang, belum ada kepastian berapa besar korban gempa, jumlahnya bervariasi, ada yang menyebutkan ratusan hingga ribuan. Bahkan, PBB mengklaim lebih dari 1.000 orang tewas dalam gempa yang mengguncang kota Padang tersebut.
Seperti dilansir situs Al Jazeera, Jumat (2/10), Kepala Bidang Kemanusiaan PBB, John Holmes, dalam jumpa pers, Kamis (1/10) kemarin, menyebutkan perkiraan terbaru untuk korban tewas gempa di Padang mencapai angka 1.100 orang, sementara korban luka-luka sebanyak ratusan orang. Data tersebut didasarkan pada data milik PBB sendiri.
Dikatakan dia, banyaknya wilayah terpencil di pinggiran pantai yang sulit diakses oleh bantuan maupun petugas penyelamat, turut berperan menambah jumlah korban tewas.
PBB menyatakan pemerintah Indonesia secara resmi menyatakan korban tewas mencapai 777 orang, sedikitnya 440 orang mengalami luka berat. Sedangkan Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Depkes, Rustam S Pakaya, menyatakan korban tewas telah mencapai ribuan orang.




