PERJALANANKU

02 Oktober 2009

Petang Mencekam di Padang


TERIAKAN, jeritan dan tangisan membahana di bumi pertiwi. Petang mencekam itu terjadi di Padang, Sumatera Barat. Ratusan bahan ribuan tempat tinggal luluh lantah di terjang yang namanya gempa.

Gempa berkekuatan 7,6 SR yang terjadi Rabu (30/9)lalu, memang terbilang mengagetkan, memilukan dan menyedihkan. Betapa tidak, masih dalam situasi Lebaran yang diwarnai suka cita dan silahturahmi, hilang dalam sekejap.

Yang ada tinggal teriakan, kepanikan dan tangisan hampir di setiap tempat di Sumatera Barat. Terlihat sosok mayat dimana-mana, korban luka berat dan luka ringan yang tak tertampung di rumah sakit. Belum lagi, ratapan miris melihat rumah yang rata dengan tanah.

Memang, belum ada kepastian berapa besar korban gempa, jumlahnya bervariasi, ada yang menyebutkan ratusan hingga ribuan. Bahkan, PBB mengklaim lebih dari 1.000 orang tewas dalam gempa yang mengguncang kota Padang tersebut.

Seperti dilansir situs Al Jazeera, Jumat (2/10), Kepala Bidang Kemanusiaan PBB, John Holmes, dalam jumpa pers, Kamis (1/10) kemarin, menyebutkan perkiraan terbaru untuk korban tewas gempa di Padang mencapai angka 1.100 orang, sementara korban luka-luka sebanyak ratusan orang. Data tersebut didasarkan pada data milik PBB sendiri.

Dikatakan dia, banyaknya wilayah terpencil di pinggiran pantai yang sulit diakses oleh bantuan maupun petugas penyelamat, turut berperan menambah jumlah korban tewas.

PBB menyatakan pemerintah Indonesia secara resmi menyatakan korban tewas mencapai 777 orang, sedikitnya 440 orang mengalami luka berat. Sedangkan Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Depkes, Rustam S Pakaya, menyatakan korban tewas telah mencapai ribuan orang.
Continue Reading...

20 September 2009

Minal Aidin Wal Faizin


DUG.. dug.. dug, suara bedug bertalu-talu. Takbir pun berkumandang sebagai rasa syukur atas kebesaran Allah SWT. Ya, Minggu, 20 September 2009 ini, seluruh umat Islam di tanah air merayakan hari kemenangannya, hari Lebaran.

Tak ada lagi perbedaan seperti tahun-tahun sebelumnya, semua berjalan bersama. Inilah anugrah terindah yang patut disyukuri. Terlebih ditengah gejolak yang terjadi selama ini. Rasa kebersamaan ini harus terus terjaga. Jangan lagi ada perselisihan, perbedaan yang dapat membuat rasa ketidaknyamanan.

Hari ini, kita semua menengadahkan tangan, memanjatkan puji dan syukur atas karuniaNya. Hari ini kita saling bermaaf-maafan, atas kesalahan yang telah diperbuat baik sengaja maupun tak sengaja, segala kekhilafan dan kealpaan.

Suara bedug seperti menandakan rasa syukur, kemenangan, kecerian untuk terus menatap sukses, kebagaiaan di hari depan. Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Continue Reading...

17 September 2009

Mudik Yuk...


LEBARAN sebentar lagi, ritual mudik Lebaran pun mulai dijalankan. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, atau peringatan hari besar agama, kegiatan mudik ke kampung halaman selalu digelar, tak terkecuali saat ini.

Memang, ritual mudik Lebaran bagi mereka kebanyakan memiliki arti mendalam. Setidaknya, mempererat silahturahmi dengan keluarga di kampung halaman. Tak mengherankan, jika sebagian di antara mereka memaksakan diri menyisihkan penghasilan untuk keperluan mudik Lebaran.

Saat ini, banyak alternatif perjalanan yang dilakukan. Tak hanya melulu menggunakan jasa kereta api, bus, pesawat atau kapal laut. Tetapi, kendaraan pribadi seperti sepeda motor pun menjadi pilihan.

Selain ongkos yang terbilang lebih murah ketimbang menggunakan jasa transportasi umum, sewaktu-waktu bisa istirahat dan menikmati perjalanan sewajarnya. Hanya saja memang, risiko yang ditanggung lebih besar ketimbang menggunakan jasa transportasi umum.

Belum lagi harus berurusan dengan petugas kepolisian lantaran kelebihan muatan, atau bersaing dengan bus malam, truk yang jalannya seperti setan. Semua itu mengundang risiko besar, bahkan kematian.

Untuk itu, diperlukan kewaspadaan, fisik dan mental prima untuk menjalaninya. Jika semua itu diabaikan, bisa-bisa rencana bersilahturahmi ke kampung halaman bisa menjadi malapetaka.
Continue Reading...
 

KILAS BERITA

KILAS BERITA

KILAS BERITA

CATATAN ARY HIDAYAT Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template